Area Rawan Bencana, Sitaro Berjuang Demi Air Bersih

 

Sumber: https://sdgs.un.org

 

Air dan sanitasi merupakan dua komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia. Kondisi dan kelayakannya menjadi hal yang harus dipastikan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia. Pada kenyataannya, tidak semua wilayah di dunia, termasuk Indonesia, telah dapat menikmati air dan sanitasi yang layak. Tujuan keenam dari SDGs pun ada, berusaha mengatasi kondisi ini, yakni memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi.

Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak juga menjadi permasalahan di Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Siau Tagulandang Biaro atau sering disingkat dengan Sitaro. Daerah yang ditetapkan sebagai area rawan bencana ini terdampak erupsi dari Gunung Karangetang pada Februari 2023. Pemenuhan kebutuhan air bersih sebagian masyarakatnya pu terganggu. Hal itu dikarenakan, masyarakat di tiga kampung dan dua kelurahan di Sitaro masih menggunakan air hujan dan atap rumah sebagai bagian dari sarana menampung air ke bak penampung sehingga saat terjadi erupsi, air yang ditampung tercemar oleh abu vulkanik (Gaghunting, 2023).   

Erupsi Gunung Karangetang 15 Februari 2023

Sumber: Kompas.com

 

Berdasarkan publikasi BPS Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Utara, kabupaten/kota yang menempati posisi terendah untuk persentase rumah tangga dengan sumber air minum bersih adalah Kabupaten Sitaro, yakni 41,89%. Posisi kedua dan ketiga terendah ditempati oleh Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud. Menurut konsep dan definisi yang dipakai Badan Pusat Statistik, sumber air minum bersih sendiri adalah sumber air minum yang terdiri dari air kemasan, air isi ulang, leding dan  sumur bor/pompa, sumur terlindung, serta mata air terlindung dengan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat ≤ 10 meter.

Hal ini patut menjadi perhatian pemerintah melalui kebijakannya sehingga masyarakat Sitaro dapat dengan mudah menikmati air bersih. Kualitas air bersih sebagai kebutuhan mendasar masyarakat, baik untuk minum, memasak, mandi, ataupun aktivitas lainnya, sudah selayaknya diperhatikan.


Referensi

BPS Provinsi Sulawesi Utara. (2022). Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Utara 2022.

Gaghunting, S. R. (2023). Warga kesulitan air bersih akibat dampak hujan abu vulkanik Gunung Karangetang. Antara Sulut. https://manado.antaranews.com/berita/223278/warga-kesulitan-air-bersih-akibat-dampak-hujan-abu-vulkanik-gunung-karangetang

 

 

Comments

Popular Posts