COVID-19, Konflik dan Perubahan Iklim: SDGs dalam Bahaya Besar
SDGs atau Sustainable Development Goals,
dikenal juga dengan The Global Goals, merupakan serangkaian tujuan yang
secara tidak langsung mengandung komitmen bagi negara-negara yang tergabung
dalam The United Nations untuk mencapai kemakmuran. Berawal dari konferensi
United Nations di Rio de Janerio, Brazil pada 1992, yang melahirkan
Agenda 21, negara-negara anggota dari United Nations terus membangun gerakan
untuk meningkatkan kehidupan masyarakat global, dan akhirnya mengadopsi The
30 Agenda for Sustainable Development. Sebelumnya, pada tahun 2000 diadopsi
8 tujuan global dalam rangka mengatasi kemiskinan hingga tahun 2015, yakni Millenials
Development Goals (MDGs). Berkaca dari MDGs, dikembangkanlah 17
SDGs dengan 169 targetnya yang diadopsi United Nations pada September
2015.
The 30
Agenda for Sustainable Development mewakili berbagai unsur kehidupan
manusia dan lingkungannya, yakni people, planet, prosperity,
peace, dan partnership. Masing-masing area kritis ini memiliki
konteks tujuannya sendiri, seperti melakukan gerakan-gerakan menghadapi
perubahan iklim (planet), mengatasi kemiskinan dan kelaparan (people),
dan seterusnya. Tujuan-tujuan ini dimuat dalam 17 sustainable development
goals sebagai berikut.
Tujuan 1.
Menghapus
kemiskinan
Tujuan 2.
Mengakhiri
kelaparan
Tujuan 3.
Kesehatan
yang baik dan kesejahteraan
Tujuan 4.
Pendidikan
bermutu
Tujuan 5.
Kesetaraan
gender
Tujuan 6.
Akses
air bersih dan sanitasi
Tujuan 7.
Energi
bersih dan terjangkau
Tujuan 8.
Pekerjaan
layak dan pertumbuhan ekonomi
Tujuan 9.
Infrastruktur,
industri dan inovasi
Tujuan 10. Mengurangi ketimpangan
Tujuan 11. Kota dan komunitas yang berkelanjutan
Tujuan 12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung
jawab
Tujuan 13. Penanganan perubahan iklim
Tujuan 14. Menjaga ekosistem laut
Tujuan 15. Menjaga ekosistem darat
Tujuan 16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan
yang kuat
Tujuan 17. Kemitraan untuk mencapai tujuan
Pemantauan kemajuan dari 17 tujuan
berkelanjutan ini tentu dilakukan, yakni melalui indicator framework. Kerangka
kerja indikator yang komprehensif ini dihasilkan melalui diskusi global yang di
dalamnya melibatkan ahli-ahli dari berbagai organisasi PBB, akademisi,
pebisnis, termasuk National Statistical Office berbagai negara, salah
satunya Badan Pusat Statistik (Leadership
Council of the Sustainable Development Solutions Network, 2015). Laporan terkait perkembangan
pencapaian SDGs yang dilihat dari indikator global ini kemudian disajikan Sekretaris
Umum PBB setiap tahun. Selain adanya laporan tahunan, PBB lewat sebuah Independent
Group of Scientists juga menghasilkan Global Sustainable Development
Report setiap 4 tahun.
Sejak awal tahun 2020, pandemi COVID-19 melanda dunia dan menimbulkan perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Ini menjadi tantangan bagi setiap negara anggota PBB untuk tetap optimis dengan SDGs. Namun, COVID-19 tidak menjadi satu-satunya tantangan global. Ancaman perubahan iklim dan konflik-konflik seperti perang di Ukraina juga menjadi perhatian. United Nations dalam SDGs Progress Report untuk tahun 2022 menyebutkan bahwa berdasarkan data dan estimasi terbaru, krisis dan interaksi antarkrisis yang kompleks, baik perubahan iklim, COVID-19, maupun konflik antarnegara, membawa dampak sehingga The 30 Agenda for Sustainable Development berada dalam bahaya besar.
Pandemi COVID-19 berdampak pada 17 tujuan dalam
SDGs (Wang
& Huang, 2021). Sebanyak 41 hingga 179 juta orang dari
negara dengan IPM rendah dan menengah dapat berada dalam kemiskinan ekstrim pada
2030 akibat pandemi ini (Abidoye
et al., 2021). Sementara itu, dunia juga diserang
dengan gelombang panas, kebakaran hutan, banjir, hingga proyeksi bahwa emisi
gas rumah kaca akan meningkat 14% pada 2030. Harga makanan, bahan bakar, dan
pupuk pun naik tajam sebagai dampak dari perang di Ukraina (United
Nations, 2022). Akankah SDGs dapat tercapai pada 2030
nanti? Inilah tantangan yang harus kita jawab sebagai generasi muda penerus
bangsa.
Berbagai
inovasi dan transformasi sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan dari berbagai
konflik global yang terjadi. UNDP mengembangkan skenario ‘SDG Push’
sebagai upaya realistis untuk mengurangi kemunduran akibat pandemi dan membawa negara-negara
ke jalur yang lebih cepat untuk mencapai agenda pada 2030 (Abidoye
et al., 2021). Tidak hanya organisasi-organisasi
besar, kita pun dapat berkontribusi mulai dari tindakan-tindakan sederhana,
seperti tidur yang cukup dan menyediakan waktu untuk diri sendiri dalam mewujudkan
tujuan 3 dari SDGs, yaitu good health dan well-being. Aksi-aksi nyata
seperti ini menggambarkan kepedulian kita bagi dunia.
Referensi
Abidoye, B., Felix, J., Kapto, S., & Patterson, L.
(2021). Leaving No One Behind: Impact of COVID-19 on the Sustainable
Development Goals (SDGs). http://hdr.undp.org/en/hdp-covid
Leadership Council of the
Sustainable Development Solutions Network. (2015). Indicators and a
Monitoring Framework for the Sustainable Development Goals: Launching a data
revolution for the SDGs.
http://unsdsn.org/wp-content/uploads/2015/03/150320-SDSN-Indicator-Report.pdf%0Ahttps://wedc-knowledge.lboro.ac.uk/details.html?id=22892
United Nations. (n.d.). The
17 Goals. https://sdgs.un.org/goals
United Nations. (2015). Transforming
our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development.
https://sdgs.un.org/2030agenda
United Nations. (2022). The
Sustainable Development Goals Report 2022.
https://unstats.un.org/sdgs/report/2022
Wang, Q., & Huang, R.
(2021). The impact of COVID-19 pandemic on sustainable development goals – A
survey. Environmental Research, 202(June).
https://doi.org/10.1016/j.envres.2021.111637



Comments
Post a Comment