Kemiskinan Sulawesi Utara dari Sisi Pertanian

Mengakhiri kemiskinan adalah tujuan pertama dari 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang dianut oleh negara-negara anggota United Nations. Upaya untuk mengentaskan kemiskinan ini diwujudkan lewat berbagai kebijakan dan program pembangunan. Ini pun yang diterapkan di Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah berusaha untuk menekan tingkat kemiskinan salah satunya melalui strategi penanggulangan kemiskinan, yakni Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 48 Tahun 2020). Pemantauan terhadap indikator-indikator kemiskinan pun wajib dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat, termasuk yang berusaha di sektor pertanian, agar strategi pemerintah dapat diterapkan tepat pada sasaran.

Sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber tertinggi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan berperan sebesar 1,37% dalam pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada semester I tahun 2022 (Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, 2022). Meski demikian, permasalahan seperti kemiskinan pada penduduk yang berusaha di sektor pertanian patut menjadi perhatian.

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2022 persentase penduduk miskin di Sulawesi Utara ialah 7,34%, turun 0,02% dari tahun 2021. Sementara itu, diketahui juga bahwa persentase rumah tangga berstatus miskin dengan sumber penghasilan utama kepala rumah tangganya, yakni pertanian, di tahun 2021 adalah sebesar 39,31% (Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, 2021). Persentase ini menempati posisi kedua tertinggi setelah sektor lainnya sebagai sumber penghasilan utama kepala rumah tangga. Padahal menurut data BPS, PDRB lapangan usaha Sulawesi Utara untuk subsektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian ialah yang tertinggi dibanding subsektor lainnya pada tahun 2021 dan 2022. Hal-hal ini membuat kemiskinan pada sektor pertanian menjadi penting untuk ditelurusi dan diatasi.

Kemiskinan pada petani dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengalaman bertani, akses terhadap lahan pertanian, jenis kelamin, tenaga kerja, bantuan kepada petani, dan dependency ratio (Abdulai, 2021). Selain itu, kemiskinan petani juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pendapatan, pengalaman, area penanaman, pekerjaan sampingan, dan motivasi kerja (Adhiana et al., 2018). Sajitha dan Maheswaranathan melalui tulisannya menyebutkan bahwa penyediaan fasilitas yang memadai dari pemerintah, seperti subsidi dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin yang berusaha sebagai petani.

Kabar baiknya adalah pemerintah Provinsi Sulawesi Utara lewat program Marijo Bakobong telah berusaha menerapkan upaya untuk memajukan sektor pertanian. Ini dilakukan pemerintah dengan mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemanfaatan lahan terlantar lewat penyaluran bantuan benih pertanian, bantuan pupuk, dan bantuan sosial. Namun demikian, apakah upaya ini mampu secara menyeluruh mengatasi kemiskinan para petani di Sulawesi Utara?

Menurut publikasi Bank Indonesia terkait laporan perekonomian Sulawesi Utara Agustus 2022, penjualan ekspor mengalami kontraksi dengan nilai LS -0,50 pada triwulan laporan. Kenaikan shipping cost dan waktu pengiriman barang dari Pelabuhan Bitung yang lebih lama akibat tidak adanya direct shipping dapat saja menjadi menyebabkan sektor pertanian terhalang. Pada laporan yang sama juga disebutkan bahwa pada korporasi di sektor pertanian dengan produk utama padi terdapat penurunan kapasitas utilisasi sejalan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan tanam. Ini tentu dapat saja menghalangi produksi dan menurunkan tingkat pendapatan para petani sehingga berujung kemiskinan.

Kemiskinan tentu bukanlah hal yang mudah untuk diakhiri. Pemerintah dan masyarakat haruslah bersinergi untuk mengakhiri kemiskinan. Dengan tekad, ketekunan, dan pengabdian yang sungguh, upaya berkelanjutan untuk mencapai tujuan pertama SDGs ini dapat dilakukan.

 

Referensi

Abdulai, A. (2021). Empirical Analysis of Determinants of Poverty Among Farmers in Rural Northern Ghana. International Journal of Agricultural Economics, 6(2), 88–97. https://doi.org/10.11648/j.ijae.20210602.14

Adhiana, Zuriani, & Maida, E. (2018). Analysis of factors affecting the poverty level of farmers post-tsunami in Aceh. Emerald Reach Proceedings Series, 1, 309–315. https://doi.org/10.1108/978-1-78756-793-1-00005

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. (2021). Perkembangan Tingkat Kemiskinan Sulawesi Utara 2021.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. (2022). Kinerja Pembangunan Sulawesi Utara Semester I 2022 - Marijo Bakobong.

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara. (2022). Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara Agustus 2022.

Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 48 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 22a Tahun 2016 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021.

Sajitha, K., & Maheswaranathan, S. (2022). the Factors Causes for Poverty Among Farmers: Special Reference With Aalaiyadivembu D.S Division Ampara. Journal of Business Economic, 04(01), 23–33. https://www.seu.ac.lk/jbe/publication/v4n1/Paper3.pdf

 

 

Comments

Popular Posts