Pemulihan Ekonomi Sulawesi Utara Pasca Pandemi COVID-19

        Pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan mulai masuk di Indonesia pada 2020 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan. Sektor perekonomian juga terimbas sehingga mengharuskan pemerintah untuk menyusun strategi penanganan hingga pemulihan ekonomi akibat pandemi. Pada 2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07%. Kontraksi ini dialami oleh hampir seluruh provinsi, termasuk Sulawesi Utara dengan pertumbuhan ekonomi -0,99%. Pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat diberlakukan sehingga tidak sedikit pelaku usaha yang menutup usahanya. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi BPS Provinsi Sulawesi Utara 2020, 4,77% masyarakat mengalami PHK.

    Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk menghadapi tantangan di masa pandemi ini, seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), BLT Desa, program perlindungan sosial Kartu Sembako, dan sebagainya.  Pada 2021 seiring dengan makin terkendalinya kasus COVID-19 di Sulawesi Utara, pemulihan ekonomi lewat sektor pariwisata pun mulai diupayakan. Hal ini ditandai dengan naiknya kunjungan wisman mencapai 15,24 ribu kunjungan. Perekonomian Sulawesi Utara juga mampu tumbuh pada 2021 sebesar 4,16%, lebih cepat dibanding perekonomian nasional, dengan sumber utamanya berasal dari sektor konstruksi dan industri pengolahan.

        Pada masa pandemi Covid-19, sektor primer (pertanian, pertambangan, dan penggalian) dan sektor sekunder (listrik, gas dan air, industri, dan konstruksi) mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan sektor tersier (perdaganga, angkutan dan komunikasi, dan keuangan serta jasa). Hal ini menunjukkan bahwa sektor primer dan sekunder merupakan sektor yang relatif kokoh bertahan saat pandemi menyerang. Konstruksi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Utara pada 2021, yakni sebesar 0,91%.  Ini sejalan dengan peningkatan produktivitas konstruksi pada 2021 didukung oleh realisasi proyek strategis pemerintah, seperti pembangunan Terminal Bandara Sam Ratulangi Manado, KEK Likupang, jalan Manado Outlier Ring Road III, penataan kawasan Pantai Malalayang, tol Bitung, dan lainnya. 

        Posisi kedua, setelah konstruksi, sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara terbesar ialah dari industri pengolahan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan ekspor produk unggulan Sulawesi Utara, yaitu komoditi lemak dan minyak hewan selama 2021. Selain itu, peningkatan produksi semen yang mendorong ekspor di Sulawesi Utara juga meningkat. 


Comments

Popular Posts