Resolusi Tingkat Akhir Shania
Tingkat akhir, menyebutnya saja membuat saya
seringkali terlalu cemas. Namun, masa itu adalah masa selalu saya nantikan. Ya,
untungnya saya punya optimisme yang kuat menanti masa itu. Tidak heran kalau
ada teman saya yang mengatakan bahwa saya berkepribadian ganda karena mendengar
ujaran semangat membara sepersekian detik setelah keluhan keluar dari mulut saya.
Dari sini mungkin kalian dapat menilai bagaimana pandangan saya terhadap
tingkat akhir yang sebentar lagi akan saya hadapi, amin.
Bayang-bayang tingkat akhir yang kadang membuat
hati tidak tenang terus memotivasi saya untuk belajar dengan giat. Kali ini saya berdiam
sejenak untuk merenung apa yang harus saya lakukan nanti saat di tingkat akhir.
Sejujurnya saya bukan tipe orang yang suka menetapkan rencana dari jauh hari,
membuat resolusi, dan lainnya. Saya lebih memilih untuk menjalani apa yang ada
saat ini dan berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik dan menjadi berkat
bagi orang lain. Itu karena terkadang memikirkan hal-hal seperti ini malah membuat
saya cemas berlebihan. Namun, bukan berarti hidup saya tanpa tujuan. Saya pun
punya tujuan dan prinsip hidup yang terus ingin saya pegang. Itulah yang
membuat saya mungkin seperti -kata teman saya- orang berkepripadian ganda.
Kalian jadi penasaran, ya? Well, I’ll
tell you. Resolusi saya saat tingkat akhir nanti adalah saya ingin terus
hidup seimbang. Hidup yang sehat, mengikuti kegiatan perkuliahan, dan terus menikmati
hobi, itulah yang ingin saya pertahankan. Hal ini akan saya berusaha jalani
dengan tidur yang cukup dan makan makanan sehat setiap hari. Saya ingin menyusun
jadwal yang jelas antara kegiatan akademik, yaitu mengikuti kuliah rutin, mengerjakan TA,
PKL, magang, dan kegiatan di luar itu seperti bernyanyi menghibur diri sambil memainkan
gitar. Intinya, saya tidak ingin hidup saya nanti hanya terfokus pada satu
titik yang dapat saja membuat saya jenuh dan putus asa. Satu lagi, selain ingin
menyelesaikan TA dengan baik, saya juga ingin sekali membuat lagu.
Selamat menjalani hari-hari. Jangan cemas
dulu, all is well.

Comments
Post a Comment